Kaisar Zhu Yuanzhang (Pendiri Dinasti Ming) – The Hidden Sympathizer
Meskipun ia tidak menyatakan diri Muslim, banyak sejarawan mencatat kedekatannya yang luar biasa dengan Islam:

Puisi Pujian: Ia menulis "Seratus Kata Pujian" (Baizishi) yang memuji Nabi Muhammad SAW. Puisi ini masih ada di masjid-masjid tua di China sekarang.

Jenderal Muslim: Ia dikelilingi oleh jenderal-jenderal Muslim terhebatnya (seperti Chang Yuchun dan Mu Ying) yang membantunya mengusir Mongol dan mendirikan Dinasti Ming.

Istri: Beberapa teori sejarah menyebutkan Permaisuri Ma (istrinya) berasal dari keluarga Muslim.

Laksamana Zheng He (Cheng Ho) – The Unofficial Emperor of the Seas
Dia bukan Kaisar, tapi kekuasaannya di laut melampaui siapa pun di zamannya.

Status: Seorang Kasim Muslim yang menjadi tangan kanan Kaisar Yongle.

Kekuatan: Memimpin armada kapal terbesar dalam sejarah (Armada Harta). Jika Kaisar menguasai daratan China, Zheng He menguasai samudera dari Asia Tenggara hingga Afrika. Dia adalah diplomat, penjelajah, dan penyebar pengaruh Islam yang paling berpengaruh di dunia maritim.

Jenderal Shi Diyu & Suku Hui
Pada masa Dinasti Tang dan Ming, banyak pejabat tinggi dan komandan militer adalah Muslim dari etnis Hui. Mereka bukan Kaisar, tapi mereka adalah "Kingmakers". Tanpa dukungan militer dari jenderal-jenderal Muslim ini, banyak Kaisar China yang tidak akan bisa mempertahankan takhtanya dari pemberontakan.
Di China kuno, Kaisar adalah "Putra Langit" (Tianzi).

Jika seorang Kaisar mengaku Muslim, ia akan kehilangan dukungan dari kaum elit Konghucu yang menguasai birokrasi negara.

Jadi, banyak yang memilih untuk menjadi pelindung Islam (membangun banyak masjid) tanpa harus berpindah agama secara resmi.

Posting Komentar

0 Komentar